ETIKET DALAM PERGAULAN BAGI REMAJA

Standard

ETIKET DALAM PERGAULAN BAGI REMAJA

 

A.     PENDAHULUAN

Etiket berasal dari bahasa Perancis “etiquette” yang berarti aturan sopan santun dan tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. Kita diajarkan untuk membina hubungan yang harmonis dengan sesama, bertenggang rasa, bertoleransi, dan bukan hanya mementingkan kepentingan pribadi saja.

Pengendalian diri yang baik adalah kunci terpenting dalam keseharian. Perilaku yang baik tentunya akan membuat kita disegani, dihormati, dan selalu diinginkan dalam semua. Hal ini tentu saja akan menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri kita. Namun, apabila kita mengabaikan prinsip tersebut, tentunya hal ini akan merugikan pribadi masing-masing. Mien Uno (2009 : 4) mengatakan bahwa etiket bisa disebut sebagai golden rule yang menyatakan: “perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan”

Oleh sebab itu, etiket memperlakukan orang lain dengan baik dan benar, akan menempatkan kita dalam posisi yang baik pula. Terutama bagi kita —– remaja. Karena pada hakekatnya masa remaja adalah masa pencarian jati diri dimana kita membutuhkan pengakuan dari lingkungan sekitar, ingin dihargai, dan diterima dengan baik dalam masyarakat denan status sosial yang baik.

B.     ETIKET PERGAULAN REMAJA

Masa remaja adalah masa peralihan. Dimana kita mulai meninggalkan masa kanak-kanak dan menyambut kedewasaan. Di usia ini, seringkali kita merasa bimbang untuk menentukan mana yang baik dan buruk, tidak tahu bagaimana harus bersikap dan menempatkan diri dalam masyarakat. Kita juga sering merasa tidak yakin pada diri sendiri yang seringkali menimbulkan rasa tidak percaya diri. Oleh karena itu, dalam hal ini kita sangat memerlukan etiket sebagai pedoman untuk bisa memilih bagaimana cara untuk bersikap/ berperilaku dengan cara yang baik dan sopan da didasari dengan pertimbangan yang matang. Banyak sekali etiket yang perlu diperhatikan. Seperti etiket dalam berkomunikasi, berpakaian, etiket ketika membina hubungan dengan lawan jenis,dan masih banyak lagi.

Etika dalam berkomunikasi, sebagai contoh, ketika bertemu dengan orang yang usianya lebih tua, kita harus menyapa dengan ramah dan tutur kata yang santun. Dengan kalimat yang sopan, seperlunya, dan tidak menyinggung perasaan. Tidak menggunakan bahasa gaul dan dengan mimik juga bahasa tubuh yang baik.

Lalu etiket dalam berbusana. Hal ini seringkali disepelekan oleh para remaja. Berbusana yangbaik dan benar adalah salah satu hal yang penting dalam lingkungan. Kita harus bisa menempatkan diri dalam suatu kondisi dengan busana yang tepat. Datang ke pesta dengan busana yang sesuai dengan tema. Jangan sampai kita memakai baju yang kita gunakan untuk sehari-hari saat datang ke suatu acara penting. Hal ini akan membuat kita diremehkan dan menjadi bahan perbincangan banyak orang. Menggunakan pakaian mini pun harus disesuaikan dengan situasi yang ada, terutama jika banyak aktifitas naik turun tangga dan mengejar angkutan umum. Ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman bagi diri sendiri dan orang lain.

Satu hal terpenting yang menjadi topik pembicaraan remaja adalah masalah percintaan. Ini adalah suatu peristiwa umum yang dialami saat masa remaja. Dalam hal ini, etiket amat diperlukan untuk membina hubungan tanpa merugikan masing-masing pihak. Kejujuran adalah kunci utama, kejujuran pada pasangan dan terutama pada orang tua. Masing-masing pihak tentunya harus menceritakan dan memperkenalkan pasangan mereka pada orang tua agar tidak terjadi salah paham dan orang tua dapat memantau anaknya dengan baik. Baik pria dan wanita juga harus menempatkan diri mereka masing-masing dengan baik. Menjalin komunikasi yang baik dan tidak mementingkan emosi pribadi. Terutama bagi pria yang harus mengutamakan wanita, menjaganya dengan baik, dan menjaga kesopanan. Begitupun dengan pihak wanita, ia harus menghargai apa yang telah dilakukan pria dan ingat untuk mengucapkan terimakasih. Apabila terdapat hal yang kurang menyenangkan sebaiknya dibiarakan baik-baik dan tidak meluapkannya di hadapan umum.

Tiap kali bepergian harus meminta izin pada orang tua, kemana akan pergi, bersama siapa, dan jam berapa akan pulang. Bila akan pulang terlambat, harus menghubungi orang tua. Terutama pihak pria, ketika datang menjemput ke rumah wanita. Ketuklah pintu, sampaikan salam pada orang tuanya, dan mintalah izin dengan sopan. Setelah selesai bepergian, antar kembali sang wanita dan ucapkan terimakasih pada orang tuanya karena telah diizinkan untuk bepergian. Bagi wanita, ucapkanlah terima kasih dengan ramah dan mimik muka gembira agar pria merasa dihargai. Saat bepergian pun masing-masing pihak menggunakan pakaian yang semestinya dan tidak berlebihan agar tidak membuat rasa tak nyaman antara satu sama lain.

C.     KESIMPULAN

Etiket adalah pilar yang menjadi tumpuan dalam kehidupan. Tentang bagaimana harus bersikap, bagaimana harus mengendalikan diri, bertoleransi pada orang lain agar dapat diterima di lingkungan, dihargai dan dihormati. Kata hormat disini bukan berarti bahwa semua orang akan tunduk pada kita, tapi bagaimana orang lain dapat menghargai kita sebagai seorang pribadi yang baik dan dapat dijadikan sebagai panutan.

D.    DAFTAR PUSTAKA

 

Uno, Mien R. 2009. Buku Pintar Etiket Untuk Remaja. Jakarta: PT Gramedia Pustaka 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s